Postermedia.id – Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel memasuki fase kritis pada hari Selasa (3/3) seiring dengan intensifikasi operasi militer oleh masing-masing pihak. Konflik ini kini berdampak luas di kawasan Timur Tengah, dengan laporan yang mengindikasikan keterlibatan berbagai negara. Israel dilaporkan telah mengarahkan serangannya ke posisi-posisi yang diduga ditempati oleh milisi Hizbullah di wilayah Lebanon.

Sejumlah laporan mengindikasikan bahwa serangan udara telah menjangkau wilayah-wilayah di Irak, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Siprus. Insiden yang melibatkan kapal-kapal di Selat Hormuz juga turut dilaporkan, menambah kompleksitas situasi.

Klaim Trump tentang Korban di Pihak Iran

Presiden AS, Donald Trump, dalam wawancaranya dengan Fox News pada hari Minggu (1/3), menyatakan bahwa operasi gabungan antara pasukan AS dan Israel telah mengakibatkan eliminasi 48 tokoh kunci dalam kepemimpinan Iran.

“Keberhasilan operasi ini melampaui ekspektasi. Prosesnya berlangsung dengan cepat dan efektif, menewaskan 48 pemimpin,” ungkap Trump.

Ahmadinejad Dikabarkan Terluka, Bukan Tewas

Spekulasi mengenai kematian mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, akibat serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel pada hari Sabtu lalu sempat mencuat. Informasi ini dilaporkan oleh sejumlah media lokal.

Namun, seorang sumber dekat dengan Ahmadinejad membantah kabar tersebut pada hari Minggu (1/3), menegaskan bahwa mantan presiden tersebut dalam kondisi stabil meskipun mengalami luka-luka. Sumber tersebut mengonfirmasi adanya kerusakan pada properti milik Ahmadinejad akibat serangan tersebut.

Insiden “Friendly Fire” Libatkan Kuwait dan AS

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengeluarkan pernyataan mengenai insiden yang melibatkan militer Kuwait, di mana tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik AS secara tidak sengaja menjadi sasaran tembak.

“Seluruh awak pesawat, yang berjumlah enam personel, berhasil melakukan eject dan telah dievakuasi ke tempat yang aman. Kondisi mereka stabil. Pihak Kuwait telah mengakui terjadinya insiden ini, dan kami menghargai respons cepat serta dukungan yang diberikan oleh pasukan pertahanan Kuwait dalam operasi yang sedang berlangsung,” demikian bunyi pernyataan resmi CENTCOM.

Pihak militer Kuwait, pada hari Senin (2/3), melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka telah merespons dan mencegat sejumlah target di wilayah udara mereka.

Penulis : Syahril Inanda

Editor : RD

Share.

Poster Media Screen Edukasi Dunia

Leave A Reply

Exit mobile version